Home » , » TIPS MERAWAT TEMPAT MENYIMPAN BERAS (RICE BOX)

TIPS MERAWAT TEMPAT MENYIMPAN BERAS (RICE BOX)

Nasi adalah salah satu jenis makan pokok yang banyak dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, nasi berasal dari beras yang dimasak dengan air sebelum dapat dikonsumsi.

Kebanyakan orang zaman sekarang menyimpan persediaan berasnya dalam sebuah wadah besar yang berbentuk kotak yang terbuat dari kaleng atau lembaran logam besi, sedangkan bagian tutupnya terbuat dari plastik.

Nama Sarana penyimpan beras atau "rice box" yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah C0sm05, meskipun banyak merek lain yang ada di pasaran, tetapi merek inilah yang paling populer.

Meski semua perusahaan pembuat alat penyimpan nasi mengklaim kalau alat buatannya mampu menyimpan beras dengan aman seperti bebas jamur, anti kutu beras, atau tidak membuat beras berbau apak, tetapi tetap saja perlu perawatan yang benar dari kita sebagai pemiliknya, karena mungkin saja hal-hal seperti itu akan muncul pada persediaan beras kita.

Perwatan tetaplah harus dilakukan karena beras yang akan kita simpan ke dalam alat ini nantinya akan dimasak dan dimakan oleh kita, jadi kita harus menjaga beras kita agar selalu siap pakai sebelum dimasak

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara merawat tempat menyimpan beras alangkah baiknya bila kita mengetahui beberapa keluhan yang sering muncul pada beras yang disimpan pada alat/sarana penyimpan beras, inilah penjelasannya:
  • Beras menjadi bau apak dan berjamur.
  • terdapat kutu beras yang mengakibatkan hancurnya butiran beras dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
  • banyaknya binatang kecil selain kutu beras yang bersarang seperti semut dan kecoa.
Untuk mencegah hal-hal tersebut ada beberapa hal yang perlu dilakukan, inilah beberapa tips tentang cara penggunaan atau merawat tempat menyimpan beras: 
  • Saat memiliki sarana penyimpan beras, pastikan seluruh bagian dibersihkan dari debu atau binatang-binatang kecil, untuk membersihkannya cukup dengan lap lembab yang diteruskan dengan lap kering.
  • Letakkan alat penyimpan beras di tempat yang bersih dan kering jauh dari aktifitas yang berhubungan dengan air, hal ini berguna untuk mencegah terjadinya karat pada badan alat bagian luar yang terbuat dari logam.
  • Bila anda meletakkannya di dekat dinding tembok maka sebaiknya berilah jarak antara dinding dengan badan alat kira-kira 5cm-10cm, hal ini berguna untuk menghindari terbentuknya udara lembab di sekitar badan alat yang dapat memicu tumbuhnya jamur.
  • Setiap akan memasukkan beras baru pastikan beras tersebut dalam keadaan baik (tidak berbau apak, bersih, terbebas dari jamur dan kutu)
  • Hampir semua jenis beras yang disimpan dalam tempat penyimpanan beras dapat bertahan dalam kondisi baik selama satu bulan, dan bila sudah melewati masa itu maka kualitas beras akan menurun, maka dari itu perhitungkan jumlah takaran beras yang dimasukkan ke dalam sarana penyimpan beras agar dapat habis dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga selama satu bulan. setelah beras habis maka dapat diisi kembali dengan beras yang baru.
  • Hindari memasukkan beras baru bila di dalam alat penyimpan beras masih ada sisa beras sebelumnya, mengapa demikian? baca ketarangan selanjutnya di bawah ini
  • Setelah beras yang berada di dalam tempat menyimpan beras sudah habis segeralah bersihkan bagian dalam alat dengan menggunakan kain lembab sampai tidak ada lagi sisa-sisa pecahan atau serbuk beras lalu lap lagi dengan kain kering dan diamkan beberapa saat dengan kondisi terbuka.
  • Bersihkan juga wadah untuk menakar beras dengan mencuci menggunakan air dan sabun sama seperti cara kita mencuci piring, setelah kering letakkan kembali di tempat semula.
  • Bersihkanlah bagian luar alat dengan menggunakan kain lembab yang diberi sedikit sabun pencuci piring.
  • Untuk mencegah tumbuhnya jamur, aturlah kondisi ruangan agar selalu dalam keadaan kering, bukalah pintu, jendela, beserta tirainya pada waktu siang hari agar udara di dalam ruangan tempat penyimpanan alat penyimpan beras menjadi kering (tidak lembab) dan terjadi sirkulasi udara yang baik.
  • Sesekali bukalah tutup alat ini untuk megurangi bau apak pada beras.

Beberapa cara mencegah dan mengusir kutu beras:
  • dijemur di bawah terik sinar matahari matahari
  • mencampur 10kg beras dengan 50gr daun jeruk purut yang ditumbuk halus.
  • memasukkan beberapa helai daun asam jawa bersih dan kering ke dalam tempat penyimpanan beras.
  • beberapa daun belimbing wuluh ditumbuk lalu dicampurkan ke dalam beras.
  • beberapa batang lada kering yang dicampurkan ke dalam beras,
  • meletakan satu sampai tiga batang cabe kering di atas beras.
     dari berbagai sumber


Artikel Terkait:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan kata-kata yang sopan, dilarang menyertakan link aktif. maaf, komentar tidak akan langsung dibalas karena Saya tidak selalu online. terimakasih atas kunjungannya.