29 April 2013

CARA MENGATASI SAMPAH RUMAH TANGGA

Banyak dari masyarakat kita yang menyerahkan semua masalah sampahnya kepada petugas pengangkut sampah yang dibayar setiap bulannya, semua sampah yang ada di rumah biasanya akan dikumpulkan dalam satu wadah yang nantinya akan diserahkan kepada petugas pengambil sampah tersebu, atau ada yang lebih parah lagi adalah membuang sampah di sembarang tempat seperti sungai atau parit.

Sepintas bila kita telah menyerahkan sampah kepada petugas pengumpul sampah maka selesailah masalah sampah, padahal sebetulnya sampah tersebut akan dikumpulkan di suatu temnpat pembuangan akhir (TPA), di sana sebagian sampah tersebut akan diolah menjadi kompos atau sebagian lagi akan dipungut oleh para pemulung, dan sisanya akan bertumpuk.

Kemampuan TPA dalam hal mengolah sampah tidak berimbang dengan jumlah kiriman sampah yang datang setiap harinya dengan jumlah yang semakin hari semakin bertambah.

Hal seperti di atas telah Saya lihat sendiri di tempat pembuangan akhir di daerah Saya yaitu di Leuwigajah Cimahi selatan, kebetulan rumah Saya tidak jauh dari TPA yang dulu pernah terjadi bencana longsornya sampah. Sampah di sana terlihat begitu banyak dan tinggi, jadi sekilas nampak seperti gunung, maka tidak heran bila waktu itu ketika hujan deras mengguyur kota Cimahi dan Leuwigajah terjadi bencana longsor dari sampah tersebut.

Peristiwa longsornya sampah tersebut adalah sal;ah satu bukti bahwa sampah yang datang tidak diimbangi dengan pengolahan sampah, maka dari itu Saya mencoba mengingatkan dan berbagi dengan anda untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari rumah agar bumi yang kita diami tidak dikotori oleh sampah yang kian hari kian bertambah jumlahnya, semoga dengan cara mengatasi sampah oleh kita sendiri maka akan mengurangi sejumlah masalah sampah yang sering terjadi di negeri kita.


Cara mengatasi sampah rumah tangga
  1. Sediakanlah tiga buah tempat sampah yang memiliki fungsi yang berbeda-beda yaitu; tempat sampah berwarna hijau untuk menyimpan sampah organik seperti: sisa sayuran, kulit buah, atau sampah bekas memasak di dapur. Tempat sampah berwarna kuning digunakan untuk meyimpan sampah anorganik seperti: plastik, styrofoam, dan lain-lain. Tempat sampah berwarna merah untuk sampah berbahaya seperti batu batre bekas.
  2. Buanglah sampah ke tempat sampah sesuai dengan jenis sampahnya.
  3. Untuk sampah organik dapat dimanfaatkan untuk membuat kompos sebagai pupuk alami untuk tanaman
  4. Untuk sampah yang berada di dalam tempat sampah berwarna kuning kita dapat memilahnya untuk dibuat kerajinan tangan
  5. Untuk sampah yang ada di dalam tong sampah berwarna merah kita dapat memilih beberapa bahan untuk dijadikan bahan daur ulang.
Dengan sedikit kreatif maka sampah anorganik dapat dijadikan barang yang bernilai, untuk sampah berupa kaleng yang sudah berkarat kuburlah ke dalam tanah, atau bila tidak memiliki tanah untuk menguburnya berikanlah kepada pemulung atau tukang rongsokan untuk dilebur dan diolah menjadi barang lain.

Semoga dengan mengatasi masalah sampah di rumah sendiri dapat mengurangi masalah sampah, ingat! sampah identik dengan kotor, bau dan penyakit, maka dari itu marilah kita atasi masalah sampah dimulai dari rumah kita masing-masing.

Artikel terkait:

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan kata-kata yang sopan, dilarang menyertakan link aktif. maaf, komentar tidak akan langsung dibalas karena Saya tidak selalu online. terimakasih atas kunjungannya.

 

Blog Statistic