CARA MENCUCI JAKET DAN CELANA JEANS

Gambar celana jeans
Jaket ataupun celana Jeans adalah salah satu pakaian yang tidak pernah lekang oleh jaman, dari pertama kali jeans ditemukan sampai saat ini pakaian yang berbahan kaku dan kuat ini tetap banyak disukai oleh para penggemarnya. Bahan yang kuat serta siap berada di segala suasana membuat jans semakin nyaman digunakan baik oleh tua maupun muda.

Di Indonesia banyak sekali merek jeans yang beredar, dari yang biasa-biasa saja dengan harga yang terjangkau sampai  yang asli dengan harga yang selangitpun ada. namun apapun merek dan harganya, tetaplah jeans ini harus dirawat dengan baik agar jeans kesayangan kita tetap terjaga kualitasnya sehingga dapat bertahan lama. Tetapi bila jeans anda terlanjur pudar warnanya maka anda dapat melakukan pewarnaan dengan cara wantek yang mudah dan murah.

Pada posting kali ini Saya akan coba berbagi pengalaman tentang cara mencuci jaket ataupun celana jeans, ini adalah tips sederhana yang saya dapat dari pengalaman pribadi selama Saya menggunakan jeans, kebetulan Saya juga adalah penggemar pakaian ini, untuk lebih jelasnya silahkan disimak penjelasannya di bawah ini:

Cara mencuci jeans:
  1. Siapkan air rendaman di dalam ember kemudian beri deterjen secukupnya, maduklah air rendaman agar deterjen dapat larut bersama air.
  2. Masukkan pakaian jeans anda ke dalam ember tadi, lalu di aduk-aduk sebentar agar air rendaman dapat menyebar ke seluruh serat kain.
  3. Diamkan selama 15 sampai 30 menit agar deterjen dapat bekerja melepaskan kotoran yang melekat pada serat kain.
  4. Setelah direndam ambillah jeans anda kemudian dikucek sebentar untuk melepaskan kotoran yang melekat pada kain, apabila ada kotoran yang sulit dibersihkan dengan cara mengucek maka dapat digunakan sikat cuci yang berbulu halus, pada tahapan ini usahakan jangan terlalu kuat, karena tekanan sikat yang terlalu kuat dapat merusak lapisan terluar serat jeans sehingga jeans mudah berbulu dan menipis.
  5. Setelah selesai dengan proses pembersihan tahapan selanjutnya adalah membilas, siapkan air bersih di dalam ember kemudian masukkan jeans lau diangkat dan dimasukkan lagi kemudian diperas agar buih deterjen dapat keluar dari serat kain.
  6. Lakukanlah tahapan di atas beberapa kali sampai tidak ada lagi buih yang keluar dari jeans anda, setiap selesai memeras gantilah air di dalam ember dengan yang bersih.
Menjemur
Jemurlah jeans di terik matahari dengan posisi terbalik, yaitu bagian dalam berada di luar, hal ini untuk mencegah pudarnya warna jeans. bolak-baliklah posisi penjemuran agar seluruh bagian jeans kering oleh panas matahari (bagian dalam tetap berada di luar).

menyetrika
  • Setrikalah jeans dengan suhu yang sesuai dengan jenis bahan jeans.
  • Saat menyetrika hindari menggosok dengan tekanan yang berlebihan pada lipatan dan tepi kain karena dapat meninggalkan bekas dengan warna yang pudar.
  • Hindari setrika terkena kancing, resleting dan logam lain yang umumnya terdapat pada jeans karena akan mengakibatkan tergoresnya setrika, untuk setrika yang memiliki lapisan anti lengket maka lapisan tersebut akan terkikis sehingga kemampuan anti lengketnya akan berkurang.
Pinyimpanan;
Simpanlah di dalam lemari atau tempat lain yang kering dan tidak lembab karena kelembaban dapat mengundang jamur pada lemari yang akan menyebar ke jeans kita.

Hal-hal yang perlu dihindari:
  • Jangan terlalu sering menyikat jeans, lebih baik dikucek saja untuk menghindari menipis dan pudarnya warna kain.
  • Apabila ingin mencuci dengan mesin cuci lebih baik dipertimbangkan lebih dahulu, karena bila kita mencuci jeans dengan mesin cuci maka kancing jeans dan aksesoris logam lainnya yang melekat pada jeans akan menggores dinding mesin cucidan lama kelamaan akan merusak mesin cuci anda.
  • Menurut Saya Jeans identik dengan pakaian yang kaku, maka kurang tepat bila pada bilasan terakhir diberi pelembut pakaian, tapi bila anda memerlukannya silahkan saja.

TIPS AMAN MENINGGALKAN RUMAH SAAT MUDIK LEBARAN/IDUL FITRI

gambar bus tingkat
Kegiatan silaturahmi keluarga yang dilakukan pada Hari Raya lebaran memang sudah lama membudaya di negri yang kita cintai ini, Dengan perkembangan jaman maka Pertemuan keluarga yang sangat jauh jarang terjadi, biasanya para orang tua berada di kampung halaman sementara anak cucu mereka berada di kota.

Karena kegiatan mudik dilakukan serentak oleh sebagian besar masyarakat maka untuk mengamankan rumah sebaiknya lakukanlah hal-hal di bawah ini sebelum meninggalkan rumah agar kita dapat dengan tenang saat berada jauh dari rumah.

Tips aman meninggalkan rumah saat mudik lebaran / Idul Fitri: 

  • Lakukanlah kegiatan mematikan gas dan air dengan cara mencabut selang gas serta kompor sehingga tabung tidak terhubung, mematikan keran utama PAM beserta keran air, matikan lampu, cabut steker alat elektronik dari stopkontak .
  • Pastikan pintu dan jendela rumah Anda terkunci. Jika perlu, pasang alarm atau kamera tersembunyi (CCTV) di area-area tertentu untuk mencegah pencuri masuk ke dalam rumah.
  • Sebaiknya pasanglah pengatur lampu otomatis yang dapat menyalakan dan mematikan lampu pada saat siang dan malam hari, ini khusus untuk lampu yang dipasang pada luar rumah.
  • Simpanlah perhiasan atau uang tunai pada tempat yang paling aman, tetapi alngkah baiknya bila barang-barang tersebut dititipkan saja di tempat penggadaian.
  • Sebelum berangkat beritahukan kepergian anda kepada RT, RW, dan keamanan setempat dan jangan lupa untuk memberikan beberapa nomor HP sehingga mereka akan lebih mudah menghubungi anda bila ada sesuatu yang menimpa rumah anda.
  • Selain aparat kemanan dan RT RW setempat, anda perlu juga meninipkan rumah kepada tetangga terdekat yang lebih tahu kondisi di sekitar.
  • Mintalah bantuan seseorang untuk memeriksa rumah Anda beberapa hari sekali. Sekaligus minta bantuannya untuk membersihkan rumah. Sebab pencuri tahu betul rumah yang tidak terawat biasanya tidak berpenghuni.
  • Jika Anda mempunyai hewan peliharaan, titiplah ke tempat penitipan hewan agar hewan kesayangan Anda tidak terlantar atau Anda bisa juga menitipkannya kepada orang terdekat.
  • Jika Anda berlangganan koran atau majalah, beritahukan kepada agen koran dan majalah untuk tidak mengirimkannya selama Anda pergi. Ini untuk menghindari penumpukan koran dan majalah saat rumah ditinggal mudik.
  • Untuk mengelabui tamu tak diundang letakkanlah beberapa pasang sendal atau sepatu di depan pintu rumah rumah.

CARA MENCUCI JAKET PARASUT

jAKET PARASUT
Para pembaca tentu sudah banyak yang faham dam tahu apa itu jaket parasut, bagi yang belum tahu Saya akan coba menjelaskannya sepanjang yang Saya tahu, jaket parasut adalah salah satu jenis jaket yang lapisan terluarnya terbuat dari bahan parasut, yaitu bahan yang mirip dengan bahan yang biasa dipakai  untuk membuat perasut untuk terjun payung. Ciri utamanya adalah bahwa kain ini agak tipis sehingga ringan saat dipakai, meskipun ringan tetapi kehandalannya jangan dianggap remeh, karena bahan parasut mampu membuat badan menjadi lebih hangat dalam kondisi cuaca yang dingin, oleh sebab itulah banyak orang yang menyukai jenis jaket ini.

Sampai saat ini makin banyak model dan warna yang ditawarkan para produsen jaket untuk bahan parasut ini, terutama di daerah-daerah yang bersuhu dingin. Hal tersebut mengakibatkan makin manyak pula orang yang menggemari jenis jaket ini.

Bagi anda yang menyukai jenis jaket parasut, kali ini Saya akan memberikan sebuah tips sederhana mengenai bagaimana cara merawat jaket parasit, untuk lebih jelasnya silahkan disimak penjelasannya di bawah ini:

Mencuci
Mencuci jaket parasut tidaklah sulit karena caranya hampir sama dengan cara mencuci pakaian biasa.
Pertama-tama siapkan air di dalam ember yang telah diberi deterjen.

  1. masukkan jaket ke dalam ember tadi lalu diaduk-aduk sebentar agar seluruh bagian jaket terkena air dan deterjen meresap ke dalam sela-sela serat kain, lalu diamkan selama 15 menit.
  2. Angkatlah jaket dari rendaman kemudian dibersihkan dengan cara dikucek, apabila terdapat noda atau kotor gunakanlah sikat yang berbulu halus untuk membersihkannya.
  3. setelah jaket terlihat bersih, proses selanjutnya adalah membilas, 
  4. Lakukanlah pembilasan dengan menggunakan air bersih, caranya dengan memasukkan jaket ke dalam ember yang berisi air bersih lalu diangkat-angkat dan diperas beberapa kali sampai tidak ada lagi buih yang melekat pada jaket.
  5. selanjutnya jaket dapat dijemur di terik matahari.

Menyetrika
sebaiknya jaket parasut jangan disetrika karena panas setrika akan membuat lapisan parasutnya mengkerut akibat tidak tahan menahan panas setrika(kecuali untuk jaket parasut yang anti bara), apabila sudah begitu maka jaket akan cepat robek, apabila anda tetap ingin menyetrikanya lakukanlah dengan cara membalikkan jaket, yaitu bagian dalam berada di luar dengan syarat suhu setrika tidak terlampau panas.

Penyimpanan
Jenis jaket ini fleksibel,  bisa disimpan dengan cara digantung ataupun dilipat. Setelah dilipat simpanlah di dalam lemari pakaian yang bebas jamur, karena jamur lemari akan membuat bau yang tidak sedap, selain itu lama-lama kan merusak jaket.

Hal-hal yang perlu dihindari:

  • Janganlah terlalu lama merendam jaket dalam air yang mengandung deterjen karena akan merusak serat parasut
  • Pada proses penjemuran cepatlah angkat bila jaket sudah kering, karena bila menjemur terlalu lama akan membuat warna jaket cepat pudar.
  • untuk jaket parasut yang berbahan tipis hindari menyetrika jaket parasut secara langsung atau dengan suhu yang terlampau panas.
  • Jangan terlalu lama menyimpan jaket parasut yang telah dipakai karena akan mengundang jamur kain, bila jaket sudah terkena jamur maka nodanya akan sulit untuk dihilangkan.

Demikianlah posting Saya kali ini tentang cara mencuci jaket parasut, semoga ada manfaatnya.  

Tips Merawat Happycall Double Pan

Gambar Happycall
Akhir-akhir ini banyak ditemukan berbagai inovasi untuk peralatan rumah tangga, diantaranya adalah alat masak yang banyak kelebihannya, diantaranya adalah Happycall, Happy call hadir di Indonesia Sekitar Awal 2004, ini adalah produk inovatif yang dibuat awal tahun 2002 oleh Mr. Lee (Hyun Sam, Lee) seorang warga negara Korea. tak hanya membuat tetapi Mr. Lee adalah pemegang tunggal/pemilik hak patent Happy call dengan nomor patent:    korea patent   : 0350158 dan  USA patent      : US6, 619, 192B2

Perawatan Happycall
  1. Pada saat pertama kali di pakai cucilah sampai bersih dengan spons halus yang telah diberi sabun, untuk menghilangkan bercak-bercak keringkan dengan tissue atau lap kering.
  2. Untuk menjaga anti lengket dari kerusakan maka setelah di pakai jangan langsung terkena air dingin(direndam) tapi biarkan dingin dulu baru di cuci. 
  3. Bila suatu waktu anda banyak memasak masakan maka bersihkanlah dengan tisu kering  setiap sehabis memasak satu jenis masakan dan begitu seterusnya sampai seluruh jenis masakan selesai dimasak. cucilah terakhir setelah anda selesai seluruh masakan.
  4. Lakukanlah urutan memasak sebagai berikut: pertama masak untuk kue-kue terlebih dahulu, baru sayur-sayuran dan terakhir untuk bakar-bakar.
  5. Supaya awet setiap kali mencuci happy call langsung dikeringkan dengan membuka happycall untuk di angin-anginkan selama 1 hari biar tidak lembab / berjamur.

Tips Mengatasi Magnet Happycall Yang Lepas :
  1. Cobalah untuk memasang kembali magnet yang terlepas kelubangnya. Pastikan dulu posisi pasangnya tidak terbalik, karena kalau terbalik maka magnet akan Tolak Menolak yang akibatnya Happycall tidak bisa menutup rapat. 
  2. Berikan Lem Perekat Kuat didasar lubang yang magnetnya terlepas sebelum dipasang.
  3. Apabila magnet sudah terlanjur dipasang dan teryata terbalik (tolak menolak),  maka magnet dapat dilepas lagi dengan menariknya menggunakan magnet yang lebih besar seperti magnet speaker besar asalkan belum diberi Lem Perekat Kuat.  
Baca juga: "Cara Masak Menggunakan   Happycall Double Pan"

TIPS MERAWAT JERSEY

Gambar kaos Jersey
Mungkin di antara para pembaca sudah tidak asing lagi dengan yang bernama "Jersey" ini, apalagi bagi yang suka akan olah raga, baik itu sebagai pemain ataupun penonton/penggemar. Jersey adalah pakaian atau baju atau kaos team/perseorangan yang dipakai saat pertandingan olah raga. Tetapi sekarang sudah banyak orang yang memakainya biarpun tidak sedang bertolah raga.

Bagi sebagian orang memiliki jersey adalah suatu kebanggaan, oleh karena itu perlakuannyapun berbeda dari barang yang lainnya baik itu cara mencuci, memakai ataupun merawatnya. Harga Sebuah Jersey beraneka ragam sesuai dengan kualitas jersey tersebut, terlepas dari itu semua, perawatan untuk jersey kesayangan adalah suatu hal yang mesti dilakukan agar jersey kita tetap awet dan tahan lama.

Di bawah ini akan Saya coba untuk membahas tentang bagaimana merawat jersey dari mulai mencuci, menyetrika hingga cara menyimpannya, selamat menyimak....

Tips mencuci jersey Grade Ori & Player Issue:
Siapkanlah sebuah ember lalu diisi air dingin kira-kira setengahnya lalu taburkan deterjen kira-kira setengah genggaman lalu diaduk hingga rata sampai seluruh deterjen larut bersama air.
Masukkan Jersey ke dalam ember yang telah berisi air yang dicampur deterjen tadi lalu diamkan selama dua sampai tiga menit.
Untuk menghilangkan kotoran ataupun keringat yang menempel, angkatlah jersey dari air lalu direndam lagi, lakukanlah hal tersebut secara berulang-ulang dua atau tiga kali.
Setelah Jersey diangkat dan dicelupkan secara berulang-ulang lakukanlah pembilasan dengan cara memasukkan jersey ke dalam ember yang berisi air bersih, lalu angkat dan celupkan berulang-ulang sampai deterjen dan buih deterjen hilang.
Hal terakhir setelah proses membilah adalah menjemur dengan menggunakan gantungan (Hanger) di tempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari.

Tips menyetrika Jersey
Gunakanlah suhu setrika yang rendah(tidak terlampau panas)
Untuk untuk Patch yg mulai lepas setrikalah Jersey dengan cara dibalik, yaitu dengan menyetrika bagian patch dari dalam, bukan dari luar, dengan tingkat panas yg sedang, jangan terlalu panas.
Untuk menghindari font terkelupas, lecet, cepat berbulu, maka lapislah jersey dengan kain diatasnya, supaya jersey tidak kontak langsung dengan sterikanya.

Cara menyimpan Jersey
Ketika dipakai/disimpan, hindari dari gesekan-gesekan terutama dengan permukaan yang kasar, karena hal tersebut dapat menyebabkan benang-benang jersey tertarik (timbul bulu). Biasanya timbul ketika terjatuh saat Futsal atau di lapangan.
Simpanlah dengan cara digantung untuk menghindari sablon yg terkelupas, atau retak.

Hal-hal yang perlu dihindari:
hindari memeras jersey saat dicuci dengan cara diplintir karena dapat menyebabkan terselupasnya sablonan, hal ini berlaku untuk semua jenuis termasuk Jersey yang Original dari toko-toko resmi.
Hindari merendam jersey terlalu lama dalam rendaman berisi air yang diberi deterjen, waktu yang disarankan tidak lebih dari 5menit.
Jangan mencuci jersey dengan mesin cuci karena akan merusak sablonan dan serat kain.
Jangan mengeringkan menggunakan mesin pengering (spin).
Hindari menjemur menggunakan tali tapi gunakanlah gantungan (hanger).

Tikar dan Cara Merawatnya

Gambar Tikar
Tikar adalah hasil anyaman yang biasanya dipakai sebagai alas duduk atau tidur. Tikar biasanya dibuat dari daun kelapa, pandan,siwalan, purun, bambu, plastik atau bahan lain. Ada yang bilang kalau tikar berasal dari Negara Indonesia, Kota Padang, Sumatra Barat. Kata Tikar berasal dari kata Tik yang berarti cara dan Karne yang berarti duduk. Kesimpulannya Tikar berarti Cara yang melambangkan Budi Pekerti untuk Duduk.

Tikar Daun kelapa, di Madura tikar yang terbuat dari daun kelapa mempunyai bentuk sangat sederhana dan kasar yang biasa disebut "ghidhang".

Tikar Daun Pandan, anyaman tikar berupa daun pandan diambil dari tumbuhan liar di hutan, dan untuk mencarinyapun dibutuhkan keahlian khusus karena pada pohon pandan terdapat duri-duri yang dapat melukai kulit sehingga harus berhati-hati dalam mengambilnya. Biasanya kaum laki-laki yang mengambil pandan dari habitatnya sedangkan untuk mengolahnya dilakukan oleh kaum perempuan atau ibu-ibu.

Tikar Lampit, lampit Cotton adalah Lampit Rotan yang terbuat dari kili-kili rotan berukuran 4,0 x 3,5 mm dengan panjang sesuai lebar tikar. Kili-kili dijalin dengan benang katun yang disisipkan kedalam lubang masukan pada tiap interval 5 cm. Kemudian kedua sisi panjang tikar dianyam dengan kulit rotan.

Kelebihan Tikar yang berbahan alami:
  • Tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi kulit dan kesehatan, karena  terdapat sirkulasi udara dari sela-sela ( pori-pori tikar) sehingga keringat bisa keluar dan meresap melalui celah-celah tika.
  • Terbuat dari tumbuhan sehingga tidak menimbulkan partikel / zat yang merusak lingkungan,

Cara membersihkan / mencuci Tikar
Ini adalah salah satu cara untuk membersihkan noda pada tikar yang biasanya diakibatkan oleh noda kotoran makanan ataupun jamur. untuk membersihkannya adalah dengan satu ember air hangat yang telah dicampur dengan segenggam garam. Cuci tikar dengan air garam tersebut, kemudian bilas dengan air dingin dan jemur di bawah terik matahari sampai kering.

Tips merawat tikar:
  • Bersihkanlah noda sesegera mungkin karena bila sudah lama akan lebih sulit untuk membersihkannya.
  • Janganlah menaruh/menggelar tikar terlalu lama di lantai, karena lantai yang dingin dan lembab akan mengundang tumbuhnya jamur pada tikar.
  • Jemurlah tikar minimal seminggu sekali walaupun jarang dipakai, hal ini untuk membuat tikar terhindar dari lembab.
  • Bungkuslah kedua ujung gulungan tikar (untuk tikar yang disimpan dalam keadaan tergulung) dengan plastik, hal ini untuk mencegah masuknya hewan kecil seperti kecoa masuk ke sela-sela tikar.