13 January 2013

CARA MERAKIT STOPKONTAK PARALEL(TERMINAL STOPKONTAK)

Stopkontak paralel
Di setiap rumah biasanya telah tersedia beberapa stopkontak listrik yang terpasang pada tembok atau media lainya yang dirangkai pada saat penyambungan listrik oleh PLN ataupun pegawai kontraktor instalasi listrik, tetapi dengan seiiring berjalannya waktu jumlah stopkontak yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah peralatan elektronik yang semakin lama semakin bertambah jumlahnya di setiap rumah, untuk itu diperlukan penambahan jumlah stopkontak baru.

Kebanyakan orang enggan untuk membuat stopkontak baru di tembok rumahnya dengan alasan akan mengeluarkan biaya yang besar, maka dari itu mereka lebih memilih membeli stopkontak paralel yang memiliki jumlah lubang untuk steker yang banyak yang lengkap dengan kabel beserta stekernya, selain itu jenis stopkontak ini praktis bisa dibawa ke mana.

Kebanyakan stopkontak yang dijual di pasaran ternyata masih banyak yang jauh dari standar kelayakan, misalnya penggunaan ukuran diameter kabel yang terlalu kecil atau bahan stopkontak yang berfungsi menjepit jari steker yang berkualitas rendah sehingga mengakibatkan ngefong dan terbakarnya badan stopkontak.

Bila terpaksa membeli stopkontak paralel yang sudah jadi, gunakanlah hanya untuk pemakaian alat elektronik yang berdaya/watt kecil seperti charger HP,pemutar DVD, speaker aktif dan lain-lain. tapi bila akan menggunakan stopkontak paralel untuk alat elektronik yang berdaya/watt besar seperti kulkas,mesin cuci, atau mesin pompa air listrik disarankan merakit sendiri stopkontak paralelnya agar dapat memilih bahan-bahan yang berkualitas dan SNI. Untuk membuatnya silakan simak penjelasannya di bawah ini:


Peralatan yang diperlukan:
  • Obeng plus
  • Obeng minus
  • Tang kombinasi
  • Pisau cutter

Bahan-bahan:
  • Steker/colokan dua jari yang dilengkapi plat untuk grounding/arde
  • Stopkontak paralel yang mampu menampung beberapa Steker/colokan.
  • Kabel NYM 3X1,5mm serabut atau tunggal, panjang disesuaikan dengan kebutuhan.


Cara merakit:
    stopkontak paralel+kabel
    steker tanpa bungkus
    Steker+kabel

  1. Kupaslah kedua ujung kabel menggunakan pisau cutter sampai terlihat tiga buah kabel yang berbeda warna yaitu: biru-hitam-kuning.
  2. kupaslah kulit pada ujung ketiga kabel tersebut sampai terlihat kawat tembaganya dengan panjang kira-kira 1cm.
  3. Longgarkan sekrup steker kemudian buka badan steker sehingga menjadi dua bagian,
  4. longgarkan kedua sekrup yang berfungsi mengunci kabel kemudian masukkan kabel ke lubang pengunci sampai ujung kabel dapat menjangkau tiga buah sekrup penghubung kabel .
  5. Pasanglah kabel warna biru dan hitam ke masing-masing baud terminal steker yang terhubung ke kedua jari steker.
  6. Hubungkan kabel kuning ke sekrup yang tertanam pada sebuah plat yang terhubung ke dua buah plat kecil penghubung grounding yang terletak di sisi luar badan steker.
  7. Pasangkan ketiga ujung kabel lainnya ke terminal stopkontak dengan cara membuka semua sekrup stopkontak.
  8. masukkan ketiga ujung kabel tembaga ke tiap-tiap plat penghubung kabel. Untuk kabel biru dan hitam dipasang pada plat yang berada di sisin kiri dan kanan sedangkan kabel kuning dipasang pada plat yang berada di tengah-tengan (yang terhubung dengan dua buah plat kecil yang muncul di tiap-tiap sisi stopkontak), inilah plat yang nantinya terhubung ke plat grounding yang terdapat pada steker alat elektronik.
  9. bila semua kabel telah terpasang pada tempatnya masing masing dengan benar dan kuat pasanglah kembali badan dan sekrup stopkontak seperti semula.

Artikel terkait:

3 komentar:

  1. terima kasih atas segala ilmu gratisnya. berkat perawatanrtdonto.blogspot.com, saya jadi andalan Mertua nih... hehehehe..... makasih yaaa,,, atas segala ilmunya ini.

    ReplyDelete
  2. berkat perawatanrtdonto.blogspot ini, saya menjadi andalan mertua, hehehe... makasih yaaaa... semoga Allah YME yang membalas atas semua ilmu gratisnya yang bermanfaat

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan kata-kata yang sopan, dilarang menyertakan link aktif. maaf, komentar tidak akan langsung dibalas karena Saya tidak selalu online. terimakasih atas kunjungannya.

 

Blog Statistic